Presiden Maduro Ancam Trump Akan Bersimbah Darah Jika menyerang Maduro
![]() |
| Presiden Venezuela Maduro |
Bandar Bola Online - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bersimbah darah jika dia memilih operasi militer di negara Amerika Latin itu.
"Cukup, hentikan, Trump! Anda melakukan kesalahan besar yang akan membuat tangan Anda berlumuran darah, meninggalkan kursi kepresidenan dengan penuh darah," ancam Maduro dalam wawancara dengan wartawan Spanyol Jordi vole.
"Mengapa Anda ingin terjadi pengulangan (krisis) Vietnam?" lanjutnya menyebut Trump, seperti dikutip The Guardian, Senin (4/2).
Maduro juga menolak seruan Eropa untuk menggelar pemilu ulang, dengan mengatakan: "Kami tidak menerima ultimatum dari siapa pun. Saya menolak untuk menyerukan pemilihan sekarang, karena akan ada pemilu pada 2024. Kami tidak peduli apa kata Eropa."
Judi Bola Online - ia menambahkan, "Anda tidak dapat mendasarkan politik internasional pada ultimatum. Itulah produk-produk imperialisme, zaman kolonial."
Di lain pihak, puluhan ribu demonstran Venezuela menyerbu ibu kota Caracas, pada hari Sabtu, untuk menuntut Maduro mundur dari kursi kepresidenan, karena telah membuat ekonomi negara kaya minyak di Amerika Latin itu terjun bebas, dan memicu krisis kemanusiaan luas.
Gisela Torres, seorang demonstran berusia 40 tahun, mengatakan Maduro tidak melakukan apa-apa selain "merusak dan menghancurkan" Venezuela. Dia berpesan: "Jadilah bijaksana dan pahami bahwa Anda (Maduro) harus pergi."
Namun dalam wawancara di televisi, Maduro --yang berkuasa setelah kematian pendahulu sekaligus mentor politiknya, Hugo Chavez, pada 2013-- mengisyaratkan ia tidak punya rencana untuk pergi ke mana pun.
"Jika imperialisme Amerika Utara menyerang kita, maka kita harus mempertahankan diri ... Kita tidak akan menyerahkan Venezuela," kata Maduro.
Jutaan Orang Keluar dari Venezuela Akibat Krisis
Prediksi Bola Online - PBB memperkirakan bahwa lebih dari 3 juta orang Venezuela telah melarikan diri ke luar negeri dalam beberapa tahun terakhir, untuk menghindari hiperinflasi, kekurangan makanan, obat-obatan dan perawatan kesehatan, serta ketidakamanan kronis.
Angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 5 juta orang tahun ini
Tetapi Maduro membantah bahwa negaranya menderita darurat kemanusiaan dan mengklaim tidak lebih dari 800.000 orang telah melarikan diri.
"Venezuela tidak mengalami krisis kemanusiaan," katanya.
Berita Bola Online -"Venezuela mengalami krisis politik. Venezuela mengalami krisis ekonomi. Banyak orang telah tertipu, dan pergi meninggalkan negara ini. Kami akan segera kembali meraih kejayaan," pungkas Maduro.
Cari Situs Judi Online ? Silahkan hubungi customer service kami
( – ) Website : www.dewa633.org
( – ) BBM : DB6658CB
( – ) LINE : DEWA633
( – ) WA : +62 822 4627 6152


Tidak ada komentar