Debat Capres Jilid III

Debat Capres, Prabowo-Sandi Diminta Tawarkan Alternatif Jangan Hanya Kritik
Ilustrasi Debat Capres  Jilid  III


Bandar Bola Online  - "Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes, menyampaikan, debat Pilpres perdana pada 17 Januari mendatang, akan menjadi perhatian publik

"Kini Masyarakat jenuh dengan model kampanye kita yang tiga bulan belakangan ini tidak bicara soal isu-isu publik. Tidak bicara kepentingan besar publik. Tapi soal-soal yang kontroversial, yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan publik," tegas Arya di kantornya, Jakarta, Selasa (15/1/2019). 

 Prediksi Bola
 - Ia mengingatkan agar penantang, Prabowo-Sandiaga, menghadirkan alternatif. Bukan hanya kritik semata.

"Harapan kita sebagai pemilih, sangat berharap dalam debat nanti, bagi penantang dulu deh, bagi penantang harus menawarkan sesuatu alternatif. Bukan soal narasi-narasi, bukan soal kritik-kritik semata. Tetapi harus ada narasi alternatif atau solusi," ungkap Arya. Judi Bola Online

Arya merujuk pada Pidato Prabowo 14 Januari kemarin, di mana sangat emosional. Topik yang dibicarakannya juga sangat besar.

'Tentu kalau para  penantang itu fokus pada beberapa isu yang kuat, Misalnya isu-isu ekonomi begitu, mungkin pidatonya akan sangat menarik. Tetapi kan isu yang dibicarakan sangat luas itu. Mungkin juga ingin menargetkan masa pemilih yang luas. Padahal menurut saya sebagai penantang lebih baik menggunakan isu-isu strategis, fokus pada beberapa isu penting. Mereka sejak awal menggunakan isu ekonomi. Dalam pidato semalam isu ekonomi tidak diperdebatkan," Ujar Arya.

 Berita Bola Online  - Lalu Jokowi-Ma'ruf," Arya juga menyampaikan kita juga harus bisa membangun dan menjawab pertanyaan publik mengapa mereka layak dipilih kembali. Apa pencapaiannya dan prestasinya. Itu yang menjadi hal penting bagi publik.

Cari  Situs Judi Online  ?  Silahkan hubungi customer service kami
( – ) Website : www.dewa633.org
( – ) BBM : DB6658CB
( – ) LINE : DEWA633
( – ) WA : +62 822 4627 6152

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.